SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Untuk Memberi masukan dan pengaduan kirim email: kemasjidteratai@gmail.com  untuk Informasi dan layanan WA  0823 8650 5353
  • 1 tahun yang lalu / website resmi milik Masjid AL-A’LAA sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada Jamaah Masjid AL-A’LAA perum taman teratai Kelurahan Sei Langkai Kecamatan sagulung Kota Batam.
WAKTU :

Faedah Sakit

Terbit 11 Februari 2020 | Oleh : puji | Kategori : Uncategorized
Faedah Sakit

Saudariku muslimah…

Kita diperintah untuk memohon kesehatan kepada Allah ‘azza wa jalla, berupaya menempuh sebab-sebab kesehatan dan mengobati penyakit dengan obat-obatan, ruqyah, doa-doa yang ma’tsur (yang disyariatkan), latihan-latihan tubuh yang bermanfaat, dan semua hal yang tidak dilarang oleh syariat.

Akan tetapi, apabila Allah ‘azza wa jalla tidak segera memberikan kesembuhan kepadamu, ketahuilah bahwa sakit yang sedang menimpamu ini memiliki faedah yang banyak. Ia akan memberikan kebaikan bagimu di dunia dan di akhirat.

Di antara faedahnya:

  1. Mendapat pahala dari Allah ‘azza wa jalla

Ini akan didapat oleh hamba jika dia disertai keimanan dan kesabaran. Dia tidak berkeluh kesah, menyesali takdir, tidak pula berburuk sangka kepada-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

        “Sungguh, besarnya balasan bersama dengan besarnya musibah. Sungguh, apabila Allah ‘azza wa jalla mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, dia akan memperoleh keridhaan. Siapa yang murka, ia akan beroleh kemurkaan.” (HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Majah no. 4031dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu; dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 146 dan al-Misykat no. 1566)

  1. Menyucikan dirinya dari dosa-dosa, menutupi kesalahan, dan mengangkat derajatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

        “Tidaklah menimpa seorang mukmin satu kepayahan pun, tidak pula sakit yang terus-menerus, tidak pula kecemasan, kesedihan, gangguan, dan kesusahan sampai pun hanya duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua.” (HR. al-Bukhari no. 5641, 5642 dan Muslim no. 2573 dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu)

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ

        “Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri dan ditimpa sakit yang lebih besar dari itu, melainkan dengan sebab itu Allah akan mengangkatnya satu derajat dan menghapus satu kesalahannya.” (HR. Muslim no. 2572 dari Aisyah radhiallahu ‘anha)

  1. Dicatat baginya pahala amalan sunnah yang biasa dia lakukan saat sehat, meski tidak dikerjakan saat sakit.

Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

        “Apabila seorang hamba sakit atau safar (bepergian jauh), dicatat untuknya amalan semisal yang dia amalkan saat tidak safar dan sehat.” (HR. al-Bukhari no. 2996)

  1. Tunduk dan berpasrah diri kepada Allah ‘azza wa jalla sering dilakukan hamba ketika musibah datang menimpanya, termasuk ketika sakit.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

          وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرّٞ دَعَوۡاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيۡهِ

        “Apabila satu kemudharatan menimpa manusia, mereka pun berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan kembali kepada-Nya.” (ar-Rum: 33)

Sakit juga dapat mengobati penyakit hati, seperti sombong, bangga diri, riya’, dan sebagainya.

  1. Sakit adalah salah satu tanda kecintaan Allah kepada hamba jika dia jalani dengan sabar dan ridha.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدْ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

        “Siapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, akan Dia timpakan musibah padanya.” (HR. al-Bukhari no. 5645) (Ma’al Maridh, hlm. 3239 secara ringkas)

Sakit adalah Pelajaran

Sakit yang menimpamu, wahai saudariku, adalah salah satu pelajaran tauhid dan iman. Ini akan ditunjukkan dengan perbuatanmu tatkala sakit itu datang. Adakah tauhidmu bertambah, adakah imanmu bertambah?

Dengan sakit tersebut, engkau tahu bahwa dirimu lemah. Engkau hanyalah seorang hamba yang tak berdaya di hadapan kekuasaan ar-Rahman.

Ketahuilah, wahai saudariku, kehidupan yang sehat sejahtera, hidup yang sempurna adalah kehidupan setelah kehidupan dunia ini, di dunia yang sedang kita pijak ini. Dunia adalah tempat kesulitan dan kepayahan.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

          لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِي كَبَدٍ ٤

        “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (al-Balad: 4)

Karena itu, sabarlah dengan kepayahan yang sebentar, untuk menuju kebahagiaan yang kekal di negeri keabadian.

Ketahuilah, janji yang diberikan Allah ‘azza wa jalla kepada hamba yang bersabar sangat tinggi nilainya. Ketahuilah, janji yang sangat bernilai itu adalah jannah.

        Wallahu a’lam

SebelumnyaKetika Sakit Menimpa Seorang Hamba SesudahnyaKunci Meraih Ampunan

Berita Lainnya

11 Februari 2020

Kunci Meraih Ampunan

11 Februari 2020

Faedah Sakit

0 Komentar